Polisi Pantau Peredaran Kembang Api di Tempilang, Imbau Warga Jaga Ketertiban Ramadhan
BANGKA BARAT - Sidikpolisinews.id
Aktivitas penjualan kembang api di wilayah Kecamatan Tempilang menjadi perhatian aparat kepolisian di tengah suasana Ramadhan. Pada Selasa (24/2/2026) malam,
jajaran Polres Bangka Barat melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik penjualan yang tersebar di wilayah tersebut.
Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas jual beli kembang api yang kerap mewarnai bulan puasa. Polisi menilai, tanpa pengawasan yang tepat, penggunaan kembang api—terutama oleh anak-anak dan remaja—berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.
Di sejumlah lokasi, petugas mendapati penjualan dilakukan secara terbuka, baik di lapak pinggir jalan, depan rumah, maupun mengikuti rombongan pasar malam. Para pedagang mengaku memperoleh pasokan dari toko-toko di Pangkalpinang.
Kondisi ini menjadi atensi karena suara ledakan kembang api yang nyaring kerap dikeluhkan warga saat pelaksanaan ibadah malam hari.
Kapolres Bangka Barat Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Yos Sudarso menegaskan bahwa kepolisian tidak serta-merta melarang aktivitas perdagangan, namun menekankan pentingnya pengawasan dan tanggung jawab bersama.
“Ramadhan adalah momentum ibadah. Jangan sampai penggunaan kembang api justru menimbulkan keresahan dan mengganggu masyarakat yang sedang melaksanakan salat tarawih maupun ibadah lainnya,” ujar Yos.
Ia menambahkan, potensi gesekan sosial bisa muncul apabila suara petasan dianggap mengganggu lingkungan sekitar.
“Kami mengingatkan para orang tua agar mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai bermain kembang api secara berlebihan, apalagi di lokasi yang berisiko menimbulkan kebakaran atau keributan,” tegasnya.
Polres Bangka Barat memastikan, langkah yang diambil saat ini masih bersifat preventif dan edukatif. Bhabinkamtibmas diminta aktif memberikan imbauan secara langsung kepada masyarakat.
Pendekatan humanis menjadi pilihan agar situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan kepanikan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami ingin Ramadhan di Bangka Barat berjalan aman, nyaman, dan tertib. Ini tanggung jawab bersama,” tutup Yos.
Monitoring ini sekaligus menjadi pesan bahwa aparat tidak tinggal diam terhadap potensi gangguan kamtibmas, terutama di momen-momen sensitif seperti bulan suci Ramadhan.
(Srikandi / kmr)



Social Footer