Breaking News

MAUNG Tekankan:Dari Pontianak ke Dunia,ketahanan Energi Adalah Benteng perdamaian


 MAUNG Tekankan: Dari Pontianak ke Dunia, Ketahanan Energi Adalah Benteng Perdamaian


Pontianak, 23 Maret 2026 –


Antrean BBM di Pontianak yang kian memanas akhirnya memicu korban dan kericuhan. Pada Sabtu, 21 Maret 2026, terjadi adu pukul antara dua warga di Sungai Rengas, sementara di Siantan, seorang ibu pingsan akibat kondisi antrean yang tidak kondusif. Meskipun Gubernur Kalbar Ria Norsan telah meminta warga untuk tidak melakukan panic buying dan memastikan stok BBM aman—hanya mengalami keterlambatan pengisian—kondisi di lapangan masih menunjukkan antrean panjang yang berdampak pada keselamatan dan ketertiban masyarakat.

 

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG) memberikan sorotan tajam terkait peristiwa ini. Menurut MAUNG, kericuhan yang terjadi merupakan akibat dari kurangnya komunikasi yang efektif antara pihak berwenang dan masyarakat, serta kurangnya penanganan yang cepat dan tepat terhadap masalah antrean BBM. MAUNG menekankan bahwa peristiwa seperti ini tidak boleh terulang lagi di masa depan. Setiap masalah terkait pasokan dan distribusi BBM harus ditangani dengan serius, transparan, dan segera agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu dan kericuhan di masyarakat.

 

Selain itu, MAUNG juga mengingatkan tentang pentingnya mengantisipasi gejolak ditimur tengah yang dapat memicu Perang Dunia III. Menurut MAUNG, masalah energi merupakan salah satu faktor yang dapat memicu konflik besar di dunia. Ketegangan terkait pasokan dan distribusi energi di berbagai wilayah dapat memperburuk hubungan antarnegara dan memicu eskalasi konflik yang lebih besar. Oleh karena itu, MAUNG mengajak seluruh masyarakat, terutama di Indonesia, untuk menyadari pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dunia.

 

Dalam kaitannya dengan hal ini, Syarif Achmad Ketua Dewan Penasehat DPP MAUNG memberikan tanggapan yang berisi pesan penting. "Peristiwa kericuhan akibat antrean BBM di Pontianak menjadi pengingat yang nyata betapa pentingnya stabilitas pasokan energi bagi ketertiban dan keamanan masyarakat. Hal ini juga berkaitan erat dengan situasi global yang penuh ketegangan, di mana masalah energi dapat menjadi pemicu konflik besar ditimur tengah yang berpotensi memicu Perang Dunia III. Kita harus belajar dari pengalaman ini, memperbaiki sistem pasokan dan distribusi energi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudah panik. Di momen ini, mari kita bersatu untuk menjaga stabilitas di dalam negeri dan berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia," Tegasnya. Senin (23/03/26).

 

MAUNG juga menyarankan beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa dan mengantisipasi gejolak Perang Dunia III, antara lain:

 

- Meningkatkan transparansi dan komunikasi: Pihak berwenang harus secara rutin dan jelas menyampaikan informasi tentang stok, pasokan, dan distribusi BBM kepada masyarakat untuk menghindari kekhawatiran dan panic buying.

- Memperbaiki sistem distribusi: Meningkatkan efisiensi dan kecepatan distribusi BBM ke berbagai wilayah, terutama yang memiliki permintaan tinggi, untuk mengurangi antrean.

- Memperkuat ketahanan energi nasional: Mengembangkan sumber energi alternatif dan meningkatkan produksi energi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri, yang rentan terhadap gejolak politik dan konflik global.

- Meningkatkan pendidikan dan kesadaran publik: Edukasi masyarakat tentang pentingnya mengelola kebutuhan energi dengan bijak dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak benar, serta menyadari peran mereka dalam menjaga stabilitas dan perdamaian.

 

Dengan adanya sorotan dan peringatan dari MAUNG ini, diharapkan pihak berwenang dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menangani masalah BBM di kalimantan barat khususnya dan indonesia pada umumnya guna mencegah terulangnya peristiwa serupa, serta seluruh masyarakat dapat lebih menyadari pentingnya menjaga stabilitas di dalam negeri dan berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia.


Publisher : TIM/RED

Penulis : TIM MAUNG

Type and hit Enter to search

Close