Breaking News

Rimung Buloh Bantah Tuduhan Direktur RSUD Cut Meutia, Desak Menkes sidak pelayanan Rumah sakit


 Rimung Buloh Bantah Tuduhan Direktur RSUD Cut Meutia, Desak Menkes Sidak Pelayanan Rumah Sakit


ACEH UTARA – bppkriberantas. Com


Polemik pelayanan di RSUD Cut Meutia Aceh Utara kembali memanas. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (APPI) Aceh Utara, Muhammad alias Rimung Buloh, melontarkan bantahan keras terhadap tuduhan yang disampaikan Direktur RSUD Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M.


Rimung Buloh menilai tudingan yang menyebut dirinya melakukan intervensi terhadap pelayanan medis, mengganggu ketenangan pasien, hingga mengatur penempatan kamar rawat merupakan tuduhan yang tidak berdasar.


 Menurutnya, pernyataan tersebut justru mengaburkan persoalan utama yang menjadi sorotan, yakni kondisi fasilitas pelayanan rumah sakit yang dinilai belum memadai.


"Kehadiran saya ke rumah sakit murni untuk menjenguk seorang sahabat seperjuangan yang sedang menjalani perawatan, bukan untuk mengintervensi tenaga medis ataupun mengatur pelayanan rumah sakit. Tuduhan tersebut adalah fitnah yang harus saya bantah," tegas Rimung Buloh kepada wartawan, Senin (29/6/2026).


Ia juga mempertanyakan sikap manajemen rumah sakit yang dinilai alergi terhadap kehadiran insan pers.


"Kalau pelayanan rumah sakit sudah berjalan baik, profesional, dan sesuai standar, kenapa harus takut dengan wartawan? Kamera hanya merekam fakta di lapangan. Kalau memang tidak ada yang disembunyikan, tentu tidak perlu ada kepanikan atau larangan terhadap jurnalis yang menjalankan tugasnya," ujarnya.


Menurut Rimung Buloh, dirinya memiliki sejumlah dokumentasi dan informasi yang diklaim menunjukkan kondisi pelayanan di RSUD Cut Meutia. Ia menyatakan siap membuka seluruh bukti tersebut apabila diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pernyataannya kepada publik.


"Saya tidak berbicara tanpa dasar. Saya memiliki bukti-bukti yang kuat mengenai kondisi pelayanan dan fasilitas rumah sakit. Jika diperlukan, semuanya siap kami sampaikan agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya," katanya.


Lebih lanjut, Rimung Buloh meminta pemerintah pusat maupun Pemerintah Aceh segera turun tangan menyikapi polemik tersebut. Ia mendesak Menteri Kesehatan Republik Indonesia serta Dinas Kesehatan Provinsi Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.


"Saya berharap Menteri Kesehatan dan Dinas Kesehatan Aceh segera turun langsung ke RSUD Cut Meutia. Lakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas, pelayanan, dan standar operasional rumah sakit agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," ujarnya.


Dalam penjelasannya, Rimung Buloh membeberkan kronologi kedatangannya ke rumah sakit. Ia mengaku menerima telepon dari seorang rekan sesama mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sedang menjalani perawatan di Ruang Shafa.


Menurutnya, rekannya mengeluhkan kondisi ruang perawatan karena pendingin ruangan (AC) mengalami kebocoran dan tempat tidur yang digunakan tidak dilengkapi seprai.


"Saya datang karena panggilan seorang sahabat seperjuangan yang sedang sakit. Sebagai sesama saudara, tentu saya merasa berkewajiban menjenguk dan melihat langsung kondisinya," ungkapnya.

Setibanya di ruang perawatan, Rimung Buloh mengaku mendapati bukan hanya rekannya yang mengalami kondisi tersebut. Ia juga melihat pasien lain yang disebut telah menjalani perawatan selama tiga hari tanpa menggunakan seprai di tempat tidurnya.


Melihat kondisi itu, ia kemudian menanyakan kepada petugas medis yang sedang berjaga mengenai ketersediaan fasilitas tersebut. Menurut pengakuannya, petugas menyampaikan bahwa stok seprai sedang kosong dan jumlahnya sangat terbatas.


"Sebagai manusia sekaligus jurnalis, saya hanya mempertanyakan kondisi itu agar pelayanan dapat segera diperbaiki. Tidak ada niat sedikit pun mengintervensi pelayanan medis ataupun mengatur kamar pasien sebagaimana yang dituduhkan," tegasnya.


Ia berharap polemik yang berkembang tidak dialihkan menjadi persoalan pribadi, melainkan menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Cut Meutia.


Hingga berita ini ditulis, pihak manajemen RSUD Cut Meutia sebelumnya telah menyampaikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Dengan adanya bantahan dari Rimung Buloh, polemik ini masih menyisakan perbedaan versi antara kedua belah pihak sehingga diharapkan dapat diselesaikan secara transparan melalui klarifikasi dan pemeriksaan oleh pihak berwenang.


Red/Tim.

Type and hit Enter to search

Close