JAKARTA – 17 Agustus 2026
Di tengah kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ada deretan nama yang jarang disebut, namun jemarinya menorehkan sejarah kebenaran di tengah badai ancaman. Mereka adalah kuli tinta—para wartawan—serta pejuang lembaga independen yang setiap hari berjalan di ujung pedang demi menjaga amanah rakyat.
Menyentuh hati perjuangan mereka, Sekretaris Jenderal Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI), M. Krista Hadiwijaya, menyampaikan pesan mendalam sekaligus seruan tulus kepada negara, di tengah semangat kemerdekaan yang kian membara.
UCAPAN DAN PERENUNGAN SEKJEN RAJAWALI
“Selamat Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-81. Kemerdekaan ini bukan hanya milik mereka yang memegang tampuk kekuasaan, bukan juga milik mereka yang duduk di kursi empuk. Kemerdekaan ini juga milik saudara-saudara kami—kuli tinta, rekan-rekan media kecil, dan pejuang lembaga kontrol sosial yang berjuang dengan sederhana namun berani,” ujar Krista dengan suara penuh haru.
Ia menyinggung betapa beratnya jalan yang ditempuh para insan pers dan pejuang kebenaran di daerah maupun di pelosok negeri.
“Mereka berangkat pagi buta, pulang larut malam, membawa catatan penting tentang nasib rakyat. Namun bayaran yang sering mereka terima bukan apresiasi, melainkan ancaman, intimidasi, tekanan, hingga gangguan yang menakutkan bagi diri dan keluarga. Kadang tulisan belum selesai, namun telepon ancaman sudah berdering. Kadang kebenaran terungkap, namun pintu rezeki tertutup rapat. Mereka berjuang dengan risiko nyawa, namun sering kali terlupakan,” ungkapnya.
Krista juga menyoroti kondisi media kecil dan lembaga independen yang menjadi tulang punggung pengawasan di daerah, namun sering kali terpinggirkan.
“Media lokal, penerbit kecil, serta lembaga masyarakat sipil yang mandiri—mereka adalah mata dan telinga negara di lapisan paling bawah. Namun sayangnya, kesejahteraan mereka jarang menjadi prioritas. Peralatan kerja terbatas, perlindungan hukum belum terjamin, penghasilan tidak pasti, sementara tekanan terus datang dari segala arah. Seolah-olah negara hanya membutuhkan suara mereka, namun lupa memberikan tempat yang layak bagi mereka,” tegasnya.
SERUAN KEPADA PEMERINTAH DAN NEGARA
Oleh karena itu, di momen kemerdekaan ini, Sekjen RAJAWALI memohon dengan sangat agar pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan benar-benar hadir dan peduli.
“Kami meminta kepada negara: jangan biarkan mereka berjuang sendirian. Berikan perlindungan yang nyata, jaminan keamanan saat meliput, serta perhatian yang layak bagi kesejahteraan media kecil dan lembaga independen. Karena jika mereka bungkam, maka rakyat akan buta, dan demokrasi akan mati pelan-pelan,” harapnya.
“Kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya bebas dari penjajah asing, tapi juga bebas dari rasa takut saat menyuarakan kebenaran. Mari kita wujudkan itu bersama,” pungkas Krista Hadiwijaya.
PENUTUP
RAJAWALI berjanji akan terus berdiri di barisan paling depan, menjadi rumah bagi para kuli tinta dan pejuang kebenaran, serta terus mengawal agar kemerdekaan ini benar-benar dirasakan adil oleh seluruh anak bangsa.
Publisher : TIM/RED
Penulis : TIM RAJAWALI
Ket Foto : Istimewa



Social Footer