LAMPUNG — Upaya mencegah penyalahgunaan obat dan bahan berbahaya di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, terus mendapat perhatian. Edukasi dan sosialisasi dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran sejak dini tentang dampak buruk penyalahgunaan zat terhadap kesehatan, pendidikan, lingkungan sosial, dan masa depan generasi penerus bangsa.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan sosialisasi bertemakan “Penyalahgunaan Obat dan Bahan Berbahaya serta Merusak Generasi Muda” yang digelar pada Minggu, 30 Agustus 2026, di Lamban Gedung Kuning, Rumah Dinas Bapak Kapolda Tahun 2019, Irjen Pol (P) Dr. Hj. Ike Edwin, S.IK., S.H., M.H., M.M.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Hj. Anita Putri, S.H., S.Pd., M.Pd. Dosen STIT Multazam turut memberikan perhatian terhadap pentingnya membangun pemahaman masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan obat dan bahan-bahan berbahaya yang berpotensi mengancam masa depan generasi muda.
Sosialisasi tersebut tidak hanya menyoroti dampak penyalahgunaan obat terhadap kesehatan, tetapi juga pentingnya membangun lingkungan yang mampu melindungi anak-anak dan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Generasi muda merupakan kelompok yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai bahaya penyalahgunaan obat perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui keluarga, lembaga pendidikan maupun lingkungan masyarakat.
Pencegahan juga membutuhkan keterlibatan bersama. Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pengawasan dan pendidikan, sementara masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kepedulian masyarakat sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk melindungi generasi muda dari penyalahgunaan obat dan bahan berbahaya.
Dengan edukasi yang berkelanjutan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
“Selamatkan generasi muda, cegah penyalahgunaan obat dan bahan berbahaya sejak dini.”
Rudiyatmoko melaporkan



Social Footer