Breaking News

ALAM, BULAN, DAN BINTANG VENUS: HADYSA PRANA TAFSIRKAN PERTANDA AKHIR ZAMAN DAN KEMUNCULAN SOSOK "MAHDI"


 

JAKARTA — 18 September 2026


Melihat fenomena alam berupa bulan dan bintang Venus yang tampak bersanding di angkasa, Ketua Umum sekaligus Pendiri MAUNG dan RAJAWALI, Hadysa Prana, menyampaikan renungan mendalam tentang tanda-tanda akhir zaman dan kedatangan sosok yang dinanti-nantikan sepanjang sejarah peradaban Islam: "Imam Mahdi".

 

"Fenomena alam ini bukan sekadar peristiwa astronomi biasa. Bulan yang setia menerangi malam, dan Venus yang bersinar terang di ufuk langit — keduanya mengingatkan kita pada janji Ilahi: di tengah gelapnya kezaliman, akan selalu ada cahaya penuntun yang datang mengembalikan kebenaran di muka bumi," ujar Hadysa Prana.

 

"MAHDI: SOSOK PEMBIMBING YANG DIBERIKAN PETUNJUK ILahi

 

Hadysa Prana menjelaskan makna mendalam dari istilah Mahdi:

 

"Secara bahasa, Mahdi berasal dari akar kata Hada — Yahdi, yang berarti membimbing atau menunjuk jalan yang benar. Dalam bentuk pasif, Mahdi berarti 'yang mendapat petunjuk'. Ini bukan sekadar gelar, melainkan sebuah misi: sosok yang tidak hanya diberi petunjuk dari langit, tetapi juga dipercaya untuk membimbing umat manusia kembali ke jalan yang lurus di tengah krisis yang melanda dunia."

 

Dalam pandangan eskatologi Islam, Imam Mahdi diyakini akan hadir menjelang akhir zaman, ketika dunia dipenuhi kezaliman, ketidakadilan, dan kerusakan. Ia akan tampil sebagai pemimpin — baik secara spiritual maupun politik — yang menegakkan keadilan universal dan memulihkan kemuliaan ajaran langit di bumi.

 

"Kata Mahdi mengandung makna penyucian dan pembaharuan moral. Ia tidak datang dengan pedang semata, tetapi dengan kebenaran yang menyucikan hati manusia. Perjalanannya adalah perjuangan menegakkan keadilan yang dirindukan seluruh ciptaan," jelas Hadysa Prana. Jumat (18/09/26). 

 

DUA DASAR AL-QURAN: JANJI ALLAH TAK PERNAH GAGAL

 

Hadysa Prana mengingatkan pada dua ayat Al-Quran yang menjadi landasan harapan setiap orang beriman:

 

📖 Surah Al-Anbiya' Ayat 105:

 

"Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (Kami tulis) di dalam Lauhul Mahfuz, bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang salih."

 

"Ayat ini adalah janji abadi. Bumi ini bukan milik orang-orang yang zalim selamanya. Pada akhirnya, yang baik, yang benar, yang salih — merekalah yang akan mewarisi bumi. Ini adalah jaminan Allah, dan Allah tidak pernah ingkar pada janji-Nya," tegasnya.

 

📖 Surah Al-Isra Ayat 81:

 

"Dan katakanlah, 'Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.' Sungguh, yang batil itu pasti lenyap."

 

"Inilah semangat MAUNG dan RAJAWALI: kebenaran mungkin terbungkus sejenak, namun ia pasti terbit. Kebaikan mungkin tertekan sementara, namun ia pasti menang. Yang batil boleh tampak gagah hari ini, namun sifatnya adalah lenyap. Seperti fajar yang menggantikan malam, kebenaran akan selalu mengalahkan kebatilan," ujar Hadysa Prana.

 

 MAUNG DAN RAJAWALI: MENJAGA HARAPAN TETAP MENYALA

 

Hadysa Prana menutup dengan pesan bagi seluruh jajaran pengurus dan anggota MAUNG dan RAJAWALI di seluruh penjuru negeri:

 

"Sambil menantikan datangnya sosok penuntun yang sempurna, mari kita jadikan makna Mahdi sebagai semangat dalam diri kita masing-masing: menjadi pribadi yang senantiasa mencari kebenaran, menjadi pembimbing bagi sesama, dan menjadi penegak keadilan di lingkungan kita. Biarlah bulan dan bintang di langit menjadi saksi: bahwa di bumi ini masih ada hati yang berjuang untuk kebenaran, sampai janji Ilahi terwujud sepenuhnya."


Publisher : TIM/RED

Penulis : TIM MAUNG + RAJAWALI

Ket Foto : Ilustrasi (Ist) 

 

 

Type and hit Enter to search

Close