Banyuwangi - "Alhamdulillah, apa yang disampaikan Bapak Kapolri bahwa Polisi wajib bersama masyarakat benar-benar terasa di Banyuwangi," buka Rofiq Azmi dihadapan awak media, pada Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, program PRESISI Polri harus dibaca secara utuh, dari berbagai sisi. Tujuannya satu, keadilan dan kedamaian untuk masyarakat.
"Saya secara pribadi berharap Kapolresta Banyuwangi tetap bertugas di Banyuwangi. Faktanya, di bawah kepemimpinan beliau, Banyuwangi terbukti aman, kondusif dan jauh lebih adem. Begitu juga dengan Kajari Banyuwangi yang mampu membuat suasana adem di segala lini," selorohnya.
Ini bukti bahwa kedamaian dan kondusifitas di Banyuwangi terjaga bukan karena kebetulan, tapi karena Kapolresta dan Kajari membangun kolaborasi yang baik dengan para pejabat, dengan mengedepankan dialog.
Terkait sistem KO3 (Koordinasi, Komunikasi, Kolaborasi), tambah Rofiq, saya tegaskan ilmu ini pada dasarnya adalah strategi untuk pemberdayaan, bukan memperdaya.
"KO3 yang benar akan melahirkan solusi dan membuka jalan. Namun jika disalahartikan menjadi KO3 = Spion Pejabat, maka ilmunya berubah menjadi alat untuk menutup rumah para pencari keadilan, memasung kebenaran, dan memanfaatkan keadaan untuk melindungi pejabat atau pengusaha yang melanggar aturan," sindirnya.
Masih menurut pria yang berdomisili diGambiran Banyuwangi selatan, Banyuwangi itu, pejabat dan pengusaha di Banyuwangi tinggal menerapkan KO3 yang sehat. Jangan sampai KO3 dipakai untuk mengamankan pelanggaran dengan cara menabrak aturan, mengesampingkan hukum, lalu terbitlah tujuan yang selaras dengan kepentingan.
"Silahkan saja jika mau meneruskan praktik-praktik kotor nan haram seperti itu. Karena hingga saat ini kita masih mengimani adanya Raqib dan Atid yang bernaung dipundak sebelah kanan dan kiri selama berada di dunia. Sementara alam akhirat masih bersifat sama, konsekuensi tingkah laku, tindak tanduk kita semasa berada di dunia," pungkasnya.
Banyuwangi sudah di jalur yang benar. Mari kita jaga bersama, Kapolri baru menyampaikan polisi bersama masyarakat, mungkin tujuan nya merubah program *Presisi* tidak untuk *Pres kiri kanan* dan Polisi ada itu untuk masyarakat, harapan saya Kapolresta jangan diganti". Pungkas Rofiq



Social Footer