KISARAN |Bppkriberantas.com.
Jika ada satu tanggal yang harus diingat warga Asahan dengan hati yang lapang, bukan dengan rasa takut, maka tanggal itu adalah Senin, 02 November 2026, pukul 08.00 WIB. Pada pagi itu, di sebuah jalan yang sederhana bernama Jalan Cokroaminoto, tepat di depan Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Asahan, sebuah kegiatan kemanusiaan akan dimulai.
Namanya adalah Operasi Patuh Toba 2026.
Operasi ini diperintahkan langsung oleh Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudin dan akan dilaksanakan di lapangan oleh Kasat Lantas AKP Muhamad Rasyid Ridho, S.Tr.K., S.I.K. Namun, jika biasanya kata "operasi" identik dengan sesuatu yang menakutkan, maka kali ini Polres Asahan ingin mengubah maknanya menjadi sesuatu yang bersahaja dan penuh kesan.
DI BAWAH GAPURA BIRU POLRES ASAHAN - SEMUA BERAWAL DENGAN DOA DAN KESIAPAN
Di bawah Gapura Biru yang bertuliskan "POLRES ASAHAN", Kapolres AKBP Adi Dharma Pramudin berdiri di tengah-tengah anggotanya. Di sampingnya ada Kasat Lantas AKP Rasyid Ridho, ada personel Lantas, ada personel dari instansi terkait. Mereka tidak sedang bersolek untuk foto. Mereka sedang mendengarkan arahan terakhir.
Tidak ada teriakan yang keras. Yang ada hanya pesan yang bersahaja: "Bertugaslah dengan hati. Sapa warga kita seperti menyapa keluarga sendiri."
Di belakang mereka terlihat papan kecil bertuliskan "KANTOR SATUAN LALU LINTAS POLRES ASAHAN" dan di seberang ada ATM BRI. Tempat yang sangat sederhana, sangat Asahan. Dari gapura yang sederhana inilah, pada tanggal 02 November 2026, mereka akan berangkat menuju Jalan Cokroaminoto untuk memulai tugas mulia.
SAAT SEORANG AYAH DITEGUR BUKAN KARENA DIBENCI, TAPI KARENA DISAYANGI
Seorang ayah dengan motor BK 4910 OAS membonceng anaknya yang masih kecil. Anak itu memakai masker, tangannya memegang kepala, tidak memakai helm. Seharusnya ini adalah pelanggaran yang langsung ditilang.
Tapi apa yang terjadi? Seorang petugas Satlantas dengan rompi hijau stabilo justru berjongkok, sejajar dengan motor itu. Ia berbicara pelan kepada sang ayah. Tidak ada bentakan. Tidak ada nada tinggi. Yang ada hanya dialog seorang kakak kepada adiknya.
Di sampingnya, dua Polwan memegang papan kuning yang bertuliskan "Patuhi Rambu-Rambu Lalu LINTAS" dan "JAGA Jarak Aman Berkendara". Mereka tersenyum. Mereka mengingatkan.
Bahwa di Jalan Cokroaminoto pada tanggal 02 November 2026 , polisi tidak sedang mencari musuh. Polisi sedang mencari cara agar seorang ayah dan anaknya bisa pulang dengan selamat. Karena helm yang tidak dipakai anak itu bukan melanggar polisi, tapi membahayakan nyawa anak itu sendiri.
KAPOLRES TURUN KE ASPAL - PEMIMPIN YANG TIDAK DUDUK DI BELAKANG MEJA
Biasanya seorang Kapolres duduk di ruangan ber-AC, memantau dari layar monitor. Tapi tidak pada hari itu.
Terlihat AKBP Adi Dharma Pramudin dengan ban lengan KAOPSRES turun langsung ke tengah jalan. Ia berdialog langsung dengan seorang ibu pengendara motor matic putih yang memakai helm hijau. Ia mendengarkan penjelasan ibu itu. Di sampingnya, Kasat Lantas dan personel lain ikut mendengarkan. Di belakang mereka ada personel dengan rompi "KOLABORASI SUMUT BERKAH" dan Bus Pelayanan Samsat Keliling yang menjadi latar.
Ini adalah potret pemimpin yang bersahaja. Yang tidak malu kepanasan, tidak malu berdebu, demi memastikan warganya paham. Bahwa Operasi Patuh Toba 2026 yang dimulai 02 November 2026 ini adalah operasi kolaborasi, bukan operasi arogansi.
PESAN DARI DUA SOSOK YANG MEMIMPIN OPERASI INI
Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudin berkata dengan nada yang sangat bersahaja, "Saya sudah perintahkan kepada seluruh anggota, mulai Senin 02 November 2026, laksanakan Operasi Patuh Toba dengan cara yang paling sederhana. Sapa warga kita. Senyum. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tegur dulu, edukasi dulu. Karena tujuan akhirnya bukan berapa banyak tilang yang kita keluarkan, tapi berapa banyak nyawa yang bisa kita selamatkan. Seperti bapak dan anak di foto itu, mereka adalah keluarga kita juga."
Kasat Lantas AKP Muhamad Rasyid Ridho, S.Tr.K., S.I.K. menambahkan dengan kalimat yang pendek tapi berkesan, "Kami di Sat Lantas Polres Asahan ini juga punya anak, punya istri, punya keluarga di rumah. Jadi ketika kami melihat anak kecil dibonceng tanpa helm, hati kami ikut miris. Makanya mulai tanggal 02 November di Jalan Cokroaminoto, kami akan bertindak tegas pada pelanggarannya, tapi tetap humanis pada orangnya. Kami ingin warga Asahan patuh karena sadar, bukan karena takut."
Tujuh pelanggaran yang menjadi atensi adalah pengendara di bawah umur, tidak memakai helm SNI, tidak memakai sabuk pengaman, melawan arus, bermain HP saat berkendara, berkendara dalam pengaruh alkohol, dan knalpot brong.
PENUTUP
Warga Asahan yang saya cintai, sebelum berakhir patuh toba 2026 , mari kita lakukan hal yang paling bersahaja.
Malam ini, saat pulang kerja, belikan satu helm kecil untuk anakmu yang sering kau bonceng. Besok pagi, cek lagi SIM dan STNK di dompetmu. Cek lagi lampu rem motormu yang mungkin sudah mati.
Karena pada Senin 02 November 2026, jam 08.00 WIB di Jalan Cokroaminoto, mereka yang berdiri di sana bukan orang lain. Mereka adalah saudaramu sendiri dari Polres Asahan, yang hanya ingin memastikan satu hal: agar pelukanmu kepada keluargamu malam ini, bukan menjadi pelukan yang terakhir.
BT.



Social Footer